Apakah kita masuk pada golongan bahagia atau celaka?



Apakah kita masuk pada golongan bahagia atau celaka?
Kajian Sabtu Shubuh Masjid Agung Al-Barkah Komplek Graha Raya, 03 Februari 2018
Inan Tihul (081511894045)

بسم الله الرحمن الرحيم
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ   ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ . فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ  الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا .   رواه البخاري ومسلم
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga  maka masuklah dia ke dalam surga. (Riwayat Bukhori dan Muslim).


اعلموا اخوانى وفقني الله واياكم لطاعته أن هذا الحديث حديث عظيم خرج من بين شفتي النبي الكريم عله أفضل الصلاة وأزكى التسليم  .
Ketahuilah wahai saudaraku, semoga Allah menunjukan aku dan kalian kepada ketaatan, bahwasannya hadits ini adalah hadits yang agung yang keluar dari bibir Nabi (shallahu ‘alaihi wasallam)  yang mulia. Kepada Nabi afdhalnya shalawat dan sebaik-baiknya salam.

قَالَ ابنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم
 Ibnu Mas’ud (radhiyallahu ‘anh) berkata: Rasulullah (shallahu ‘alaihi wasallam) mengatakan kepada kami suatu berita yang baru.

وَهُوَ الصَّادِقُ yakni, dalam apa yang disampaikan.
 الْمَصْدُوْقُ   yakni, selalu dibenarkan atau dipercayai orang lain. Beliau (shallahu ‘alaihi wasallam) adalah orang yang selalu benar ucapan dan wahyu yang disampaikannya. Karena Allah sendirilah yang membenarkan Beliau dalam apa-apa yang dijanjikannya.

إِنَّ أَحَدَكُمْ    yakni, seseorang di antara kalian. يُجْمَعُ      yakni, dikumpulkan.
خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، : اي يضم ويحفظ ماء خلقه وهو الماء الذي يخلق منه في ذلك الزمن
yakni, disimpan dan dipelihara air penciptaannya, yaitu air yang dengannya ia diciptakan, selama masa tersebut.
  ثُمَّ يَكُوْنُ  yakni, sesudah ia dahulu berupa nutfah (sperma)
عَلَقَةً : وهي قطعة دم جامد       yakni, segumpal darah yang beku.
مِثْلَ   ذَلِكَ،  sama seperti itu (lamanya).
ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً :  وهي قطعة لحم صغيرة قدر مايمضع
yakni, sekerat daging yang kecil kira-kira sebesar kunyahan.

 مِثْلَ ذَلِكَ : المذكور فيها يصورها الله تعالى ويجعل لها فما وسمعا وبصرا وأمعاء وغير ذلك من الأعضاء ثم اذا تمت وصار ابن مائة وعشرين يوما  .yakni, seperti waktu yang sudah disebutkan (yaitu 40 hari). Dan pada masa ini pula Allah membentuk rupanya, dan menjadikan padanya mulut, telinga, mata, usus dan seluruh organ tubuh lainnya. Kemudian setelah genap berusia 120 hari,
ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ : اي المتوكل بالرحم كما ذكره في حديث انس
diutuslah satu Malaikat, yaitu malaikat penjaga rahim, seperti yang disebutkan dalam hadits Anas.[1]

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَكَّلَ بِالرَّحِمِ مَلَكًا يَقُولُ يَا رَبِّ نُطْفَةٌ يَا رَبِّ عَلَقَةٌ يَا رَبِّ مُضْغَةٌ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَقْضِيَ خَلْقَهُ قَالَ أَذَكَرٌ أَمْ أُنْثَى شَقِيٌّ أَمْ سَعِيدٌ فَمَا الرِّزْقُ وَالْأَجَلُ فَيُكْتَبُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [‘Ubaidullah bin Abu Bakar] dari [Anas bin Malik] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala menugaskan satu Malaikat dalam rahim seseorang. Malaikat itu berkata, ‘Ya Rabb, (sekarang baru) sperma. Ya Rabb, segumpal darah!, Ya Rabb, segumpal daging! ‘ Maka apabila Allah berkehendak menetapkan ciptaan-Nya, Malaikat itu bertanya, ‘Apakah laki-laki atau wanita, celaka atau bahagia, bagaimana dengan rizki dan ajalnya? ‘ Maka ditetapkanlah ketentuan takdirnya selagi berada dalam perut ibunya.”
فائدة : أفتى ابن يونس وغيره  أنه لايحل للمرأة أن تستعمل دواء يمنع الحبل ذكره في العجالة .
Keterangan: Ibnu Yunus memfatwakan bahwa, seorang perempuan tidak halal menggunakan obat anti hamil. Demikian disebutkan dalam kitab Al-‘Ajjalah.
فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، قال جمهور المتكلمين الروح جسم لطيف مستبك بالبدن اشتباك الماء بالعود الأحضر . وقال جمع منهم هي عرض وهي الحياة التى يصبر البدن بوجودها حيا وهي باقية لا تفنى عند أهل السنة  .
mayoritas ulama ahli kalam meyatakan bahwa, ruh adalah jisim halus yang menempel di badan seperti menempelnya air pada kayu yang hijau. Dan sebagian lainnya mengatakan bahwa, ruh itu adalah kehidupan yang dengan adanya ruh itu badan menjadi hidup. Dan menurut ahli sunnah, ruh itu kekal, tidak binasa.
وَيُؤْمَرُ     dan malaikat itu diperintahkan supaya mencatatkan
بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ : أي بكتبها ولذلك بينها صلى الله عليه وسلم بقوله
.mencatatkan empat perkara, lantas Beliau menjelaskan tentang keempat perkara tersebut.

بِكَتْبِ رِزْقِهِ    : وهو ما يتناوله الانسان من مأكول وملبوس وغيرهما قليلا او كثيرا حلالا أو حراما .
yakni, ditentukan semua yang diperoleh manusia dari perkara makanan, pakaian, dan lain-lain, sedikit atau banyak, halal atau haram.
وَأَجَلِهِ :  وهو الزمن الذي علم الله أن الشخص يموت فيه أو مدة حياته .
yaitu saat di mana dalam ilmu Allah orang itu harus mati di situ, atau lama hidupnya.
وَعَمَلِهِ yakni, amal baik atau buruknya.
 وَشَقِيٌّ   : بعصيانه الله   karena durhaka kepada Allah.   
أَوْ سَعِيْدٌ :  بطعاته له     karena taat kepada-Nya.
فائدة : الكاتب هو الله تعالى بمعنى أنه يأمر بالكتابة الملك
Keterangan: Penulisnya adalah Allah Ta’ala dengan makna bahwa Allah memerintahkan malaikat untuk mencatat.

أمر الملك بالكتابة أنه من قبل سؤاله فيها فقد جاء في الأحاديث الصحيحة المروية عن ابن مسعود وابن عمر عن النبي صلى الله عليه وسلم .
Diperintahkannya malaikat untuk mencatatkan keempat perkara tersebut adalah disebabkan oleh pertanyaan yang diajukan oleh malaikat tersebut, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan  dari Ibnu Mas’ud dan Ibnu Umar, dari Nabi (shallahu ‘alaihi wasallam),

أن النطفة اذا استقرت فى الرحم أخذها الملك بكفه فقال أى رب ذكر أم أنثى شقي أم سعيد ما الأجل ما الأثر بأي أرض يموت .
bahwasannya apabila nutfah itu telah berada di dalam rahim seorang wanita, maka malaikat mengambilnya dengan telapak tangannya seraya berkata: “ Yaa Robb, apakah ia laki-laki atau perempuan? Celaka atau bahagia? Bagaimana ajalnya? Di mana matinya?”

فيقال له انطلق الى أم الكتاب فانك تجد قصة هذه النطفة  فينطلق فيجد قصتها في أم الكتاب .    
Lantas dikatakan kepadanya: “Pergilah ke Lauh Mahfuzh.” Maka malaikat itu menemukan di sana catatan hidup orang itu dengan lengkap.
فاذا جاء أجلها فبضت فدفنت فى المكان الذي قدر لها .
Dan apabila ajal itu telah tiba, maka ruhnya akan dicabut dan dikuburkan di tempat yang telah ditentukan untuknya.
وقال صلى الله عليه وسلم  اذا قضى الله لعبد أن يموت بأرض جعل له اليها حاجة .
Nabi (shallahu ‘alaihi wasallam) bersabda,  Apabila Allah telah menentukan seseorang mati di suatu daerah, maka dijadikannya orang itu memerlukan datang ke daerah tersebut.   

وروى الترمذى الحكيم في نوادر الأصول عن أبي هريرة رضي الله عنه قال خرج علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم . يطوف فتعرض نواحى المدينة فاذا بقبر يحفر فأقبل حتى وقف عليه فقال لمن قيل لرجل من الحبشة فقال لااله الا الله سيق من أرضه وسمائه حتى دفن في الأرض التى خلق منها .
Atturmidzi Al-hakim meriwayatkan dalam Kitab Nawaadirul Ushul, dari Abu Hurairah (radhiyallahu ‘anhu), katanya: “Kami keluar bersama-sama Rasulullah (shallahu ‘alaihi wasallam) mengelilingi kota, hingga akhirnya tiba di tepi kota Madinah. Tampak sebuah kuburan sedang digali. Kemudian Beliau mendekati kuburan itu dan berhenti di sana seraya bertanya kepada orang yang ada di situ: “Kuburan siapa ini?” Dijawab: “Kuburan seorang lelaki dari Etiopia. Beliau berucap “Laa ilaaha Illallah, seraya berkata: “ Orang ini digiring dari bumi dan langitnya hingga akhirnya di kebumikan di tanah tempat asal ia diciptakan.”


فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ
Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga.
Yakni dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ
hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta.
Ini merupakan penggambaran betapa sangat dekatnya ia dengan surga itu.
فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ
akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan.
Ketetapan Allah yang dicatatkan baginya ketika ia masih di dalam rahim ibunya, atau di Lauh Mahfuzh, berdasarkan ilmu-Nya yang qadim.

فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا،
dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. Yakni dengan melakukan kemaksiatan.
وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ  الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا  .                            
sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga  maka masuklah dia ke dalam surga.

Yakni dengan ketetapan takdir yang berlaku atasnya. Jadi, barang siapa yang telah ditetapkan oleh Allah akan berbahagia maka Allah akan mencondongkan hatinya untuk berbuat baik; dan barang siapa yang telah ditetapkan celaka, kita berlindung kepada Allah daripadanya, maka sebaliknya.

Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada penutupnya. Beramallah kalian, sesungguhnya setiap orang itu akan dimudahkan melakukan apa yang telah ditetapkan baginya. Jika ia termasuk golongan ahli bahagia, ia akan dimudahkan melakukan amalan ahli bahagia. Dan jika ia termasuk ke dalam ahli celaka, maka ia akan dimudahkan melakukan amalan ahli celaka.

Sufyan Ats-Tsauri sering menanggis dan ketakutan, lalu ada yang berkata kepadanya, “Wahai Aba Abdillah, berharaplah kepada Allah, karena ampunan-Nya lebih besar dari dosa anda.” Beliau menjawab: “Apakah aku menangisi dosa-dosaku? Andaikata aku tahu bahwa aku kelak mati dalam tauhid, aku tidak akan peduli dengan dosa-dosaku.”

Pada zaman dahulu, hidup seorang abid di kalangan Bani Israil, namanya Barshishsa. Ia mempunya 60 ribu murid, yang semuanya bisa terbang di awang-awang. Pada mulanya Barshisha adalah seorang abid yang rajin beridat sehingga para malaikat kagum dengannya itu. Kemudian Allah berfirman kepada para malaikat; “Kalian jangan kagum dulu kepadanya, karena Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. Dalam ilmu-Ku yang qadim, ia akan mati kafir dan kekal dalam neraka.

Firman Allah tersebut terdengar oleh iblis. Maka tahulah ia bahwa kwbinasaan Barshisha itu di tangannya. Maka ia pun mendatangai biara tempat Barshisha beribadat dengan menyamar sebagai seorang abid. Setelah bertemu dengan Barshisha, Barshisha bertanya kepadanya: “Siapa anda, dan ada perlu apa? “ iblis menjawab; “saya seorang abid. Saya ingin membantu tuan untuk beribadat kepada Allah”.
Barshisha berkata: “barang siapa yang mau bribadat kepada Allah, ia tidak perlu kawan.”
Kemudian iblis tinggal bersama Barshisha di biara itu. Selama 3 hari 3 malam, iblis tidak makan, tidak minum, tidak tidur, kerjanya hanya beribadat.  Maka barshisha pun menjadi heran kepadanya, maka ia berkata: “saya sudah beribadat kepada Allah selama 220 tahun, namun saya tidak bisa meninggalkan makan, minum seperti anda. Bagaimana caranya supaya saya bisa menjadi seperti anda?.”
Iblis menjawab: “Lakukanlah maksiat lalu bertaubatlah, karena Dia Maha Penyayang. Dengan demikian tuan akan merasakan manisnya ibadat.”
Barshisha berkata: “Bagaimana mungkin saya akan berbuat maksiat kepada-Nya, sedang saya sudah melakukan ibadat selama sekian-sekian tahun?!”. Iblis menjawab: “ manusia jika berbuat dosa, ia membutuhkan pengampunan.”
Dosa apa yang anda


WASSALAAMU’ALAIKUM WRWB
Kritik dan saran; WA  081511894045
 081511894045.blogspot.com/ 
KAJIAN ISLAM INAN TIHUL 081511894045.blogspot.com


 [1]Shahih Bukhari No 307

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEUTAMAAN NIAT

AWALI SEMUA DENGAN BASMALAH

ISLAM, IMAN, DAN IHSAN